Search Al Quran Here / Cari Al Quran di sini

http://www.quranexplorer.com/quran/

Search This Blog

AlQuran

AlQuran
Tafsir Per Kata

Monday, March 20, 2017

Allah berselawat. إِنَّ اللَّـهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا٦﴾

SAHIH INTERNATIONAL

Indeed, Allah confers blessing upon the Prophet, and His angels [ask Him to do so]. O you who have believed, ask [ Allah to confer] blessing upon him and ask [ Allah to grant him] peace.

  إِنَّ اللَّـهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ ۚ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا ﴿٥٦

  (Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bersalawat untuk Nabi) untuk Nabi Muhammad saw. (Hai orang-orang yang beriman! Bersalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya) yaitu katakanlah oleh kalian, "Allaahumma Shalli 'Alaa Sayyidinaa Muhammad Wa Sallim", artinya, "Ya Allah! Limpahkanlah salawat dan Salam-Mu kepada junjungan kami Nabi Muhammad." (56)

 

Jom kit berselawat dan salam

 https://quran.com/33/39

Tuesday, March 14, 2017

WaliAllah! dan Pentingnya Ilmu Syahadah !

From Sheikh Ismail Kassim fb

عَنْ أَبِـيْ هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ ، قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللّـهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : «إِنَّ اللهَ تَعَالَـى قَالَ : مَنْ عَادَى لِـيْ وَلِيًّا فَقَدْ آذَنْتُهُ بِالْـحَرْبِ ، وَمَا تَقَرَّبَ عَبْدِيْ بِشَيْءٍ أَحَبَّ إِلَـيَّ مِمَّـا افْتَرَضْتُهُ عَلَيْهِ ، وَمَا يَزَالُ عَبْدِيْ يَتَقَرَّبُ إِلَـيَّ بِالنَّوَافِلِ حَتَّى أُحِبَّهُ، فَإِذَا أَحْبَبْتُهُ كُنْتُ سَمْعَهُ الَّذِيْ يَسْمَعُ بِهِ ، وَبَصَرَهُ الَّذِيْ يُبْصِرُ بِهِ ، وَيَدَهُ الَّتِيْ يَبْطِشُ بِهَا ، وَرِجْلَهُ الَّتِيْ يَمْشِيْ بِهَا ، وَإِنْ سَأَلَنِيْ لَأُعْطِيَنَّهُ ، وَلَئِنِ اسْتَعَاذَنِـيْ لَأُعِيْذَنَّهُ».

Abu Hurairah Radhiyallahu anhu ia berkata, Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

”Sesungguhnya Allâh Azza wa Jalla berfirman, ’Barangsiapa memusuhi wali-Ku, sungguh Aku mengumumkan perang kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekat kepada-Ku dengan sesuatu yang lebih Aku cintai[ SYAHADAH ILLAH SYAHADAH ALLAH , SYAHADAH ROBB dan Yang Paling ALLAH Cintai adalah SYAHADAH Muhammadu RasulAllah ] daripada hal-hal yang Aku wajibkan kepadanya.[ SYAHADAH adalah perkara yang WAJIB, PENTING dan amat amat mustahak ]

Hamba-Ku tidak henti-hentinya mendekat kepada-Ku dengan ibadah-ibadah sunnah hingga Aku mencintainya. Jika Aku telah mencintainya, Aku menjadi pendengarannya yang ia gunakan untuk mendengar, menjadi penglihatannya yang ia gunakan untuk melihat, menjadi tangannya yang ia gunakan untuk berbuat, dan menjadi kakinya yang ia gunakan untuk berjalan. Jika ia meminta kepada-Ku, Aku pasti memberinya. Dan jika ia meminta perlindungan kepadaku, Aku pasti melindunginya.’”

Wali Allah = Penolong (Agama ) Allah, menyebarkan Laa ilaha illa Allah!

 https://www.facebook.com/photo.php?fbid=427639237572513&set=a.134215353581571.1073741826.100009793214715&type=3




AHLI SYAHADAH - AHLI YANG SUDAH MENGENAL SYAHADAH ILLAH - SYAHADAH ALLAH DAN PENYAKSI NYA DI DUNIA INI DAN DI TEMUKAN PENYAKSI NYA DI TTELAGA KAUSAR DAN DAPAT MENYAKSI ILLAH, ALLAH & RASULALLAH DI DUNIA DAN AKHIRAT - ILMU BENAR & TULEN NYATA
-------------------------------------------------------------------------------------
Dengan Nama ALLAH Yang Maha Penyaksi dan Syafat Nabi Mulia yang Menjadi penyaksi Utama .
قال رسول الله صلى الله عليه وسلم
Rosul SaAllahu alaihi Wasalam telah bersabda:
من مات على حب آل محمد مات شهيدا
Barang siapa yang wafat didalam kecintaan kepada keluarga Nabi Muhammad, maka dia ditulis wafat sebagai syahid ---- Keterangan dan penjelasan [ Dalam keadaan Pencinta Ahlul Bayt itu ada Ilmu SYAHADAH , bahawa Ahlul Bayt yang di cintai nya itu adalah Penyaksi nya di Dunia dan akhirat]. Umat nabi mulia akan menjadi Penyaksi di akhirat di sisi ALLAH untuk kaum nabi noh[as] kaum bani israel apatah lagi untuk Nabi mulia sendiri di atas Pegetahuan ilmu Penyaksian Ilmu SYAHADAH.
ألا ومن مات على حب آل محمد مات مؤمنا مستكمل الإيمان
Ingatlah...
barang siapa yang wafat didalam kecintaan kepada keluarga Nabi Muhammad, dia wafat dalam keadaan iman, yang sempurna keimanan-nya
ألا ومن مات على حب آل محمد بشره ملك الموت بالجنة ثم منكر ونكير
Ingatlah...
Barang siapa yang wafat didalam kecintaan kepada keluarga Nabi Muhammad SaAllahu Alaihi Wasalam, malaikat Izroil serta malaikat Munkar & Nakir memberi khabar gembira kepadanya dengan syurga
ألا ومن مات على حب آل محمد يزف إلى الجنة كما تزف العروس إلى بيت زوجها
Ingatlah...
Barang siapa yang wafat didalam kecintaan pada keluarga Nabi Muhammad SaAllahu Alaoihi Wasalam , dia akan disambut (dikarak)menuju syurga, sebagaimana disambutnya pengantin ke rumah pasangannya
ألا ومن مات على حب آل محمد فتح له في قبره بابان إلى الجنة
Ingatlah...
Barang siapa yang wafat didalam kecintaan kepada keluarga Nabi Muhammad, dibuka untuknya 2 pintu didalam kuburnya untuk menuju surga
ألا ومن مات على حب آل محمد جعل الله قبره مزار ملائكة الرحمة
Ingatlah...
Barang siapa yang wafat atas kecintaan kepada keluarga Nabi Muhammad, maka ALLAH akan menjadikan kuburnya sebagai tempat persinggahan malaikat rohmat
ألا ومن مات على حب آل محمد مات على السنة والجماعة
Ingatlah...
Barang siapa yang wafat didalam kecintaan kepada keluarga Nabi Muhammad, dia wafat didalam lingkup ahlus sunnah wal jama'ah (cinta Nabi Muhammad SAW, sahabatnya serta para tabi'in)
ألا ومن مات على بغض آل محمد جاء يوم القيامة مكتوبا بين عينيه آيس من رحمة الله
Ingatlah...
barang siapa yang mati didalam kebencian kepada keluarga Nabi Muhammad, kelak datang di hari kiamat, tertulis diantara kedua matanya sebagai orang yang putus asa(sia-sia tidak kan mendapatkan dari) rohmat ALLAH
ألا ومن مات على بغض آل محمد مات كافرا
Ingatlah...
barang siapa yang mati didalam kebencian kepada keluarga Nabi Muhammad, dikhawatirkan dia mati dalam keadaan kafir
ألا ومن مات على بغض آل محمد لم يشم رائحة الجنة
Ingatlah...
barang siapa yang mati didalam kebencian kepada keluarga Nabi Muhammad, dia tidaklah dapat mencium harum bau surga
تفسير القرآن القرطبي ج:16 ص:23
Sumber:
Tafsir Al-Qur'an Al-Qurtubii juz 16 hal.23
اللهم صل وسلم وبارك على سيدنا محمد وعلى اله واصحا به وسلم
The Messenger of Allah (pbuh) didn't
ALLAH has the endowed the Honor dan The Authority to RasulAllah and his Holy Ahlul Bayt as stated in Surah Ahzab verse 33 [ 33-33] :
Who died on the love of Muhammad died a martyr. SYAHHID
Whoever dies in the family of the Prophet Muhammad, then he dies the death written
Only and who died on the love of Muhammad died believing faith updated
Just remember...
Whoever dies in the family of Muhammad, he dies in a state of perfect faith, faith in him
Only and who died on the love of Muhammad family. The Angel of death in paradise then munkar and nakir
Just remember...
Whoever dies in the love of family of the Prophet Muhammad, angels and angels izroil Munkar & nakir give him glad tidings syurga
Only and who died on the love of Muhammad is bringing to heaven as draining the bride to her husband's home
Just remember...
Whoever dies in the love of family, he will be greeted (Dikarak) headed to syurga disambutnya bride, as her partner to home
Only and who died on the love of Muhammad has opened his doors to heaven
Just remember...
Whoever dies in the family of the Prophet Muhammad, opened the door for him 2 to go to their graves in the garden
Only and who died on the love of Muhammad Allah made his grave mercy shrine
Just remember...
Whoever dies for love of the family of Prophet Muhammad, Allah will make their graves as places rohmat angels
Only and who died on the love of Muhammad died on Sunni
Just remember...
Whoever dies in the family of Muhammad, he dies in the scope of the ahlus Sunnah. Walmart company of the prophet, the love of ALLAH , and the tabi ' UN)
Only the dead regardless of the al comes written between his eyes ice from ALLAH
Just remember...
Whoever died inside hate to the family of the Prophet Muhammad, but come on the day of resurrection, written between his eyes as a hopeless people go right get from rohmat ALLAH )
Only the dead and of the dramatics. Muhammad died heretic
Just remember...
Whoever died inside hate to the family of Muhammad, he feared the truth
Only the dead and of the dramatics. Muhammad didn't smell heaven
Just remember...
Whoever died inside hate to the family of Muhammad, he could not smell the sweet smell of paradise
Interpretation of the Quran. Al-Qurtubi C: 16 p: 23
Source:
Tafsir Al-Qur 'an al-qurtubii juz' 16 things. 23
Blessings and bless our master Muhammad, his family and raise His Holy maqam higher and higher
SUDAHKAN Anda Mencintai Ahli Bayt RasulAllah dengan Syahadah untuk Menyelamatkan diri anda ???.

Monday, March 13, 2017

Doa Nabi Ibrahim dalam AlQuran Surah AlBaqarah 128-134


وَإِذْ يَرْفَعُ إِبْرَاهِيمُ الْقَوَاعِدَ مِنَ الْبَيْتِ وَإِسْمَاعِيلُ رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا ۖ إِنَّكَ أَنتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ  ﴿١٢٧  رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَا ۖ إِنَّكَ أَنتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ ﴿١٢٨ رَبَّنَا وَابْعَثْ فِيهِمْ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُو عَلَيْهِمْ آيَاتِكَ وَيُعَلِّمُهُمُ الْكِتَابَ وَالْحِكْمَةَ وَيُزَكِّيهِمْ ۚ إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ ﴿١٢٩ وَمَن يَرْغَبُ عَن مِّلَّةِ إِبْرَاهِيمَ إِلَّا مَن سَفِهَ نَفْسَهُ ۚ وَلَقَدِ اصْطَفَيْنَاهُ فِي الدُّنْيَا ۖ وَإِنَّهُ فِي الْآخِرَةِ لَمِنَ الصَّالِحِينَ ﴿١٣٠ إِذْ قَالَ لَهُ رَبُّهُ أَسْلِمْ ۖ قَالَ أَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ ﴿١٣١ وَوَصَّىٰ بِهَا إِبْرَاهِيمُ بَنِيهِ وَيَعْقُوبُ يَا بَنِيَّ إِنَّ اللَّـهَ اصْطَفَىٰ لَكُمُ الدِّينَ فَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنتُم مُّسْلِمُونَ ﴿١٣٢ أَمْ كُنتُمْ شُهَدَاءَ إِذْ حَضَرَ يَعْقُوبَ الْمَوْتُ إِذْ قَالَ لِبَنِيهِ مَا تَعْبُدُونَ مِن بَعْدِي قَالُوا نَعْبُدُ إِلَـٰهَكَ وَإِلَـٰهَ آبَائِكَ إِبْرَاهِيمَ وَإِسْمَاعِيلَ وَإِسْحَاقَ إِلَـٰهًا وَاحِدًا وَنَحْنُ لَهُ مُسْلِمُونَ ﴿١٣٣ تِلْكَ أُمَّةٌ قَدْ خَلَتْ ۖ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَلَكُم مَّا كَسَبْتُمْ ۖ وَلَا تُسْأَلُونَ عَمَّا كَانُوا يَعْمَلُونَ ﴿١٣٤

Dan (ingatlah) ketika Nabi Ibrahim bersama-sama Nabi Ismail meninggikan binaan asas-asas (tapak) Baitullah (Kaabah) itu, sambil keduanya berdoa dengan berkata: "Wahai Robb kami! Terimalah daripada kami (amal kami); sesungguhnya Engkaulah yang Maha Mendengar, lagi Maha mengetahui; (127) 
 
 "Wahai Robb  kami! Jadikanlah kami berdua: orang-orang Islam (yang berserah diri) kepadaMu, dan jadikanlah daripada keturunan kami: umat Islam (yang berserah diri) kepadamu, dan tunjukkanlah kepada kami syariat dan cara-cara ibadat kami, dan terimalah taubat kami; sesungguhnya Engkaulah Maha Penerima taubat, lagi Maha Mengasihani; (128) 
 
 "Wahai Robb Kami! Utuslah kepada mereka seorang Rasul dari kalangan mereka sendiri, yang akan membacakan kepada mereka ayat-ayat (firmanMu) dan mengajarkan mereka isi kandungan Kitab (Al-Quran) serta Hikmat kebijaksanaan dan membersihkan (hati dan jiwa) mereka (dari syirik dan maksiat). Sesungguhnya Engkaulah yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana". (129)  
  
Tidak ada orang yang membenci ugama Nabi Ibrahim selain dari orang yang membodohkan dirinya sendiri, kerana sesungguhnya Kami telah memilih Ibrahim (menjadi nabi) di dunia ini; dan sesungguhnya ia pada hari akhirat kelak tetaplah dari orang-orang yang soleh yang (tertinggi martabatnya). (130) 
 
 
 (Ingatlah) ketika Tuhannya berfirman kepadanya: "Serahkanlah diri (kepadaKu wahai Ibrahim)!" Nabi Ibrahim menjawab: "Aku serahkan diri (tunduk taat) kepada Tuhan Yang Memelihara dan mentadbirkan sekalian alam".(131)   
 
 
 Dan Nabi Ibrahim pun berwasiat dengan ugama itu kepada anak-anaknya, dan (demikian juga) Nabi Yaakub (berwasiat kepada anak-anaknya) katanya: "Wahai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih ugama (Islam) ini menjadi ikutan kamu, maka janganlah kamu mati melainkan kamu dalam keadaan Islam"(132)   
 
 
 (Demikianlah wasiat Nabi Yaakub, bukan sebagaimana yang kamu katakan itu wahai orang-orang Yahudi)! Kamu tiada hadir ketika Nabi Yaakub hampir mati, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: "Apakah yang kamu akan sembah sesudah aku mati?" Mereka menjawab: "Kami menyembah Tuhanmu dan Tuhan datuk nenekmu Ibrahim dan Ismail dan Ishak, iaitu Tuhan yang Maha Esa, dan kepadaNyalah sahaja kami berserah diri (dengan penuh iman)".  (133)  
 
Mereka itu adalah satu umat yang telah lalu sejarahnya; bagi mereka (balasan) apa yang mereka telah usahakan, dan bagi kamu pula (balasan) apa yang kamu usahakan; dan kamu tidak akan ditanya (atau dipertanggungjawabkan) tentang apa yang telah mereka lakukan. (134)

Thursday, February 23, 2017

Wali Allah Sheikh Moinuddin Chisti: His Karamah (Miracle) !

Hazrat Khwaja Moinuddin's first miracle in Ajmer Sharif:

When Khwaja Saheb arrived in Ajmer with his few followers and wanted to camp under a bunch of shady trees outside the city wall near Anderkot, Raja Prithviraj's camel-keepers arrogantly objected to his stay there. They insisted that the place was used as the stabling ground for the Raja's camels and that the strangers must move away to some other place. So the Khwaja Saheb had the first taste of racial prejudice in Ajmer. He, however gracefully moved away to another site near the Anasagar lake. But when the Raja's camels did not get up next morning inspite of all efforts to make them move, the trouble was brought to the notice of Raja Prithviraj. He was much perturbed and is reported to have advised his men to approach Khwaja Saheb whom they had turned out from that place and seek the remedy by begging his pardon. When the camel-keepers did so, the Khwaja Saheb said: "Go, the camels would get up." On their return, they were simply surprised to find the camels standing.

ANASAGAR IN MASHKIZA:

Once in Ajmer, the soldiers of Raja Prithviraj chauhan in their subdued grudge refused to let his followers have water from the Anasagar lake. Upon this the Khwaja Saheb asked a follower to fetch some water in a Mashkiza (a small bag for carrying water) from the lake.As he filled the Mashkiza, the water of the whole Anasagar lake mysteriously disappeared into it miraculously. This miracle caused an unprecedented awe and consternation in the city. 


http://garibnawaz.net/miracles/
 


Ana Sagar Lake in Ajmer, India

Wednesday, February 22, 2017

TAJDiD FiQH MAZHAB SYAFi'i Di MALAYSiA :Sumber hukum mengikut Imam Syafi‘i ialah: al-Quran, al-Sunnah, Ijma’ dan al-Qiyas.

Tajd id Fiqh Mazhab Syafyaf i‘i
 
Tajdid boleh diertikan sebagai pembaharuan (renewal); memulih (islah) atau merangka semula (reshape). Dalam konteks kertas kerja ini tajdid mungkin boleh merujuk kepada usaha merangka semula fiqh Syafi‘i di Malaysia sebagai respon kepada pelbagai cabaran, sama ada konflik kaum tua-kaum muda, pendekatan “tidak bermazhab”, mempermudahkan urusan agama, Syafi‘i, al-Syafi‘iyyah dan lain-lain.
Dalam sejarah perkembangan mazhab Syafi‘i sendiri, ia telah melalui beberapa proses pembaharuan, tajdid, tanqih dan tahdhib. Sebagai contoh, Dr Akram Yusuf ‘Umar al-Qawasimi menjelaskan dua kali tanqih6 telah berlaku dalam mazhab Syafi‘i. Tanqih

5 Penyelidikan Fundamental UM. Diketuai oleh PM Dr Anisah Ab. Ghani dan dianggotai oleh Dr Raihanah Hj Azahari, PM Dr Noor Naemah Abdul Rahman, PM Dr Abdul Karim Ali, Dr Saadan Man, Dr Luqman Hj Abdullah dan Shahidra Abdul khalil. Mereka merupakan kakitangan akademik Jabatan Fiqh & Usul, Akademi Pengajian Islam, Universiti Malaya.

6 Tanqih dari segi bahasa bermaksud tahdhib; menyucikan dari benda-benda kotor. Al-Razi (1979), Mukhtar al-Sihhah. Damsyik: al-Maktabah al-Sya’biyyah, h. 675.

Tajdid Mazhab Syafi‘i
pertama (505-676H) diketuai oleh al-Imam al-Rafi‘i (557-623H) dan al-Imam al-Nawawi (631-676H) manakala tanqih yang kedua (676-1004H) dipimpin oleh Imam Ibn Hajar al-Haytami (m.973H) dan Imam al-Ramli (m.1004H). Tanqih al-madhhab boleh difahami sebagai menyucikan mazhab dari pendapat-pendapat yang pelik (shadh) dan marjuh atau menerangkan qawl mu‘tamad para fuqaha mazhab dalam semua bab fiqh.7 Faktor tanqih di atas merujuk kepada beberapa sebab terutamanya “lambakan karya fiqh, takhrij fiqh yang menyalahi usul mazhab, istinbat yang marjuh atau ijtihad yang shadh taksub mazhab dan sebagainya.8
Terdapat seruan agar pengamalan Islam di Alam Melayu ini termasuk Malaysia ditegakkan di atas asas Mazhah Syafi‘i dalam bidang fiqh, mazhab Asy‘ari dalam aqidah dan pendekatan al-Ghazali dalam tasawuf. Kalau diambilkira pandangan ini, maka bagi mempertahan dan mengembangkan kesinambungan serta keutuhan mazhab Syafi‘i di Malaysia,

Sumber hukum mengikut Imam Syafi‘i ialah:
 al-Quran,
al-Sunnah,
 Ijma’ dan
al-Qiyas.

Hubung-kait di antara sumber-sumber ini perlu difahami secara mendalam dan menyeluruh. Begitu juga konsep al-bayan yang dihuraikan dengan terperinci oleh al-Syafi‘i. Di samping itu, asas pemikiran Imam Syafi‘i juga perlu diambil-kira seperti ihtiyat, zahir al-nas, bahasa Arab, qawa‘id fiqhiyyah, qawa‘id usuliyyah dan lain-lain.9

Dr. ‘Abd al-Wahhab Ibrahim Abu Sulayman menjelaskan ciri metodologi dalam fiqh Imam Syafi’i  ialah:
i. Istiqra’ Ayat-ayat al-Qur’an
ii. Istiqra’ sunnah Nabi SAW dan athar Sahabat RA
iii. Berpegang kepada bahasa Arab dalam memahami nas
iv. Aplikasi al-qawa‘id al-usuliyyah
v. Istidlal bi al-Ma‘qul wa Mazahirih
vi. Mengaitkan masalah dan hukum dengan qawa‘id serta dawabit fiqhiyyah
vii. Metodologi dalam fiqh Muqarin
viii. Adab Khilaf
Sekiranya pendekatan ini digunakan, pandangan-pandangan hukum akan terus berkembang dan bertambah di samping khazanah fiqh yang telah sedia ada. Sebaliknya, jika kita hanya merujuk khazanah fiqh sahaja tanpa keluar dari lingkungan itu, maka pengkayaan khazanah fiqh pasti kurang berlaku. Dalam kerangka pembinaan hukum Islam semasa dan Fiqh Malaysia, pembinaan hukum-hukum baru sepatutnya menggunakan kerangka mazhab Syafi‘i dari aspek usul, kaedah, metodologi dan pemikiran dan bukannya hanya bertaqlid kepada fiqh (furu‘) sahaja;

...hg akhir.


Di petik sebahagian  (copy and paste)  dari Rujukan Kertas pembentangan
http://fiqh.um.edu.my/filebank/published_article/4010/tajdid_mazhab_syafii.pdf
 Oleh:
Abdul Karim bin Ali*


* Prof. Madya, Jabatan Fiqh & Usul, Akademi Pengajian Islam, Universiti Malaya, Kuala Lumpur.

....

Sunday, February 19, 2017

Memahami Nama: ‘Hu’/’Huwa’: Dia.... Dia Yang Tak Bisa Diliputi Nama

Menurutnya, istilah ‘Allah’, yang terdiri dari:
‘alif’, ‘lam’, ‘lam’ dan ‘ha’,
sesungguhnya merupakan singkatan dari kata bahasa Arab:
‘Al/Aliflili hu/huwa’.
Alif, Lam, Lam, Ha
‘Al’ dalam bahasa Arab bermakna kata ganti tertentu, maknanya sama seperti ‘The’ dalam bahasa Inggris, atau seperti ‘El’ dalam bahasa Ibrani dan bahasa Spanyol. Maknanya, katakanlah, ‘sesuatu’. Huruf ‘Alif’ bermakna ‘sesuatu yang tegak’, ‘Allah’, atau bisa juga ‘yang mengawali’, mirip seperti alpha dalam aksara Yunani. Kata ‘Li’ dalam bahasa Arab bermakna ‘bagi sesuatu’, dan dalam lafaz ‘Allah’ kata ini diulang dua kali. Sedangkan ‘hu’ atau ‘huwa’ bermakna ‘Dia’.
Jadi lafaz ‘Allah’, kata yang di dalam Al-Qur’an paling sering dipakai-Nya untuk menyebut diri-Nya, sebenarnya sama sekali tidak mencakup keseluruhan zat-Nya. Lafaz ‘Allah’ sebagai simbol, sebenarnya justru mempertegas bahwa ‘Dia’ adalah tak bernama. Mengapa demikian? Karena jika makna ini dibaca secara keseluruhan, maka “Al, li, li, hu” kurang lebih maknanya adalah ‘Sesuatu, yang baginya diperuntukkan, dan sesuatu ini diperuntukkan, untuk Dia.” Jadi artinya secara sederhana adalah, ‘(simbol) ini diperuntukkan, dan permisalan ini diperuntukkan, untuk Dia (yang tak bernama).”
Dia yang asli, sebagai zat (entitas), sama sekali tak bisa diliputi oleh sebuah nama.

Terdahulu..penulis blog menyatakan.....

Jadi, apakah salah jika orang yang kebetulan beragama lain, menyebut nama Allah dengan nama yang turun pada bahasa kitab mereka? Apakah itu Ilah/Robb yang lain? Belum tentu. Sekali lagi, kita tidak boleh terlalu cepat ‘mengkafir-kafirkan’, termasuk mengkafirkan bahasa dan istilah.
Ada banyak sekali irisan kemiripan bahasa-bahasa agama dalam sejarah. Sebagai contoh, nama ‘Allah’, sangat mirip dengan ‘Eloh’. Dalam kitab-kitab Ibrani, Tuhan disebut sebagai ‘Eloheim’. Dari asal kata ini, kita mengerti misalnya arti kata ‘betlehem.’ Dari asal katanya, Bethel dan Eloheim. ‘Bethel’ bermakna rumah, dan ‘Eloheim’ adalah Allah. Rumah Allah. Jika demikian, apa bedanya kata ‘Betlehem’ dengan ‘Baytullah’?
Juga ‘Yehova’ atau ‘Yahwe’, sangat mirip dengan ‘Ya Huwa’, Wahai Dia (yang tak bernama). Yang agak ‘mencurigakan’, adalah inti ajaran Socrates, ‘Gnothi Seauthon’, yang artinya adalah ‘Kenalilah Dirimu.’ Dari segi makna, ini sangat mirip dengan inti hadits yang sering diulang-ulang oleh para sahabat Rasulullah maupun para sufi terkemuka, ‘man ‘arafa nafsahu, faqad ‘arafa Rabbahu,’ mereka yang ‘arif tentang dirinya, akan ‘arif pula tentang Rabb nya.’ Esensinya sangat mirip: mengenal diri. Dan sebuah fakta yang tak kalah menariknya, sejarah mencatat bahwa Socrates adalah guru dari Plato, Plato guru dari Aristoteles, dan Aristoteles adalah guru dari Alexander of Macedon. Sosok yang terakhir ini oleh sebagian ahli tafsir disamakan dengan Iskandar Dzulqarnayn, sosok panglima yang namanya diabadikan dalam Al-Qur’an.


 Di Petik dari " https://suluk.wordpress.com/2006/02/08/memahami-nama-dia-yang-tak-bernama/

Thursday, February 16, 2017

40 ROBBANA :DOA DALAM ALQURAN.

40 Rabbana dalam Al Quran yang merupakan doa, dapat kita amalkan sehari2 permohonan kepada Allah SWT yang maha pengasih lagi maha penyayang.
1. Ya Tuhan kami terimalah daripada kami (amalan kami), sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui [QS 2:127]
Rabbana taqabbal minna innaka antas Samiiul Aliim
رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ العَلِيمُ
[البقرة :127]
2. Ya Tuhan kami, jadikanlah kami berdua orang yang tunduk patuh kepada Engkau dan (jadikanlah) diantara anak cucu kami umat yang tunduk patuh kepada Engkau dan tunjukkanlah kepada kami cara-cara dan tempat-tempat ibadat haji kami, dan terimalah taubat kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang. [QS 2:128]
Rabbana wa-j’alna Muslimayni laka wa min Dhurriyatina ‘Ummatan Muslimatan laka wa ‘Arina Manasikana wa tub ‘alayna ‘innaka ‘antat-Tawwabu-Rahiim
رَبَّنَا وَاجْعَلْنَا مُسْلِمَيْنِ لَكَ وَمِن ذُرِّيَّتِنَا أُمَّةً مُّسْلِمَةً لَّكَ وَأَرِنَا مَنَاسِكَنَا وَتُبْ عَلَيْنَآ إِنَّكَ أَنتَ التَّوَّابُ الرَّحِيمُ
[البقرة :128]
3. Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.[QS 2:201]
Rabbana atina fid-dunya hasanatan wa fil ‘akhirati hasanatan waqina ‘adhaban-nar
رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
[البقرة :201]
4. Ya Tuhan kami, tuangkanlah kesabaran atas diri kami, dan kokohkanlah pendirian kami dan tolonglah kami terhadap orang-orang kafir. [QS 2:250]
Rabbana afrigh ‘alayna sabran wa thabbit aqdamana wansurna ‘alal-qawmil-kafirin
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْراً وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانصُرْنَا عَلَى القَوْمِ الكَافِرِينَ
[البقرة :250]
5. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kami jika kami lupa atau kami tersalah. [QS 2:286]
Rabbana la tu’akhidhna in-nasina aw akhta’na
رَبَّنَا لاَ تُؤَاخِذْنَا إِن نَّسِينَا أَوْ أَخْطَأْنَا
[البقرة :286]
6. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yang berat sebagaimana Engkau bebankan kepada orang-orang sebelum kami. [QS 2:286]
Rabbana wala tahmil alayna isran kama hamaltahu ‘alal-ladhiina min qablina
رَبَّنَا وَلاَ تَحْمِلْ عَلَيْنَا إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُ عَلَى الَّذِينَ مِن قَبْلِنَا
[البقرة :286]
7. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggup kami memikulnya. Beri maaflah kami; ampunilah kami; dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, maka tolonglah kami terhadap kaum yang kafir [QS 2:286]
Rabbana wala tuhammilna ma la taqata lana bihi wa’fu anna waghfir lana wairhamna anta mawlana fansurna ‘alal-qawmil kafiriin
رَبَّنَا وَلاَ تُحَمِّلْنَا مَا لاَ طَاقَةَ لَنَا بِهِ وَاعْفُ عَنَّا وَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا أَنتَ مَوْلاَنَا فَانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
[البقرة :286]
8. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia). [QS 3:8]
Rabbana la tuzigh quluubana ba’da idh hadaytana wa hab lana milladunka rahmah innaka antal Wahhab
رَبَّنَا لاَ تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنتَ الْوَهَّابُ
[8: آل عمران]
9. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengumpulkan manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya”. Sesungguhnya Allah tidak menyalahi janji. [QS 3:9]
Rabbana innaka jami’unnasi li-Yawmil la rayba fi innAllaha la yukhliful mi’aad
رَبَّنَا إِنَّكَ جَامِعُ النَّاسِ لِيَوْمٍ لاَّ رَيْبَ فِيهِ إِنَّ اللّهَ لاَ يُخْلِفُ الْمِيعَادَ
[آل عمران :9]
10. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami telah beriman, maka ampunilah segala dosa kami dan peliharalah kami dari siksa neraka. [QS 3:16]
Rabbana innana amanna faghfir lana dhunuubana wa qinna ‘adhaban-Naar
رَبَّنَا إِنَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
[آل عمران :16]
11. Ya Tuhan kami, kami telah beriman kepada apa yang telah Engkau turunkan dan telah kami ikuti rasul, karena itu masukanlah kami ke dalam golongan orang-orang yang menjadi saksi (tentang keesaan Allah). [QS 3:53]
Rabbana amanna bima anzalta wattaba ‘nar-Rusula fak-tubna ma’ash-Shahidiin
رَبَّنَا آمَنَّا بِمَا أَنزَلَتْ وَاتَّبَعْنَا الرَّسُولَ فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَِ
[آل عمران :53]
12. Ya Tuhan kami, ampunilah dosa-dosa kami dan tindakan-tindakan kami yang berlebih-lebihan dalam urusan kami dan tetapkanlah pendirian kami, dan tolonglah kami terhadap kaum yang kafir. [QS 3:147]
Rabbana-ghfir lana dhunuubana wa israfana fi amrina wa thabbit aqdamana wansurna ‘alal qawmil kafiriin
ربَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وانصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَِ
[آل عمران :147]
13. Ya Tuhan kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.[QS 3:191]
Rabbana ma khalaqta hadha batila Subhanaka faqina ‘adhaban-Naar
رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَذا بَاطِلاً سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
[آل عمران :191]
14. Ya Tuhan kami, sesungguhnya barangsiapa yang Engkau masukkan ke dalam neraka, maka sungguh telah Engkau hinakan ia, dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolongpun. [QS 3:192]
Rabbana innaka man tudkhilin nara faqad akhzaytah wa ma liDh-dhalimiina min ansar
رَبَّنَا إِنَّكَ مَن تُدْخِلِ النَّارَ فَقَدْ أَخْزَيْتَهُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنصَارٍ
[آل عمران :192]
15. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami mendengar (seruan) yang menyeru kepada iman, (yaitu): “Berimanlah kamu kepada Tuhanmu”, maka kamipun beriman.[QS 3:193]
Rabbana innana sami’na munadiyany-yunadi lil-imani an aminu bi Rabbikum fa’aamanna
رَّبَّنَا إِنَّنَا سَمِعْنَا مُنَادِيًا يُنَادِي لِلإِيمَانِ أَنْ آمِنُواْ بِرَبِّكُمْ فَآمَنَّا
[آل عمران :193]
16. Ya Tuhan kami, ampunilah bagi kami dosa-dosa kami dan hapuskanlah dari kami kesalahan-kesalahan kami, dan wafatkanlah kami beserta orang-orang yang banyak berbakti. [QS 3:193]
Rabbana faghfir lana dhunuubana wa kaffir ‘ana sayyi’aatina wa tawaffana ma’al Abrar
رَبَّنَا فَاغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَكَفِّرْ عَنَّا سَيِّئَاتِنَا وَتَوَفَّنَا مَعَ الأبْرَارِ
[آل عمران :193]
17. Ya Tuhan kami, berilah kami apa yang telah Engkau janjikan kepada kami dengan perantaraan rasul-rasul Engkau. Dan janganlah Engkau hinakan kami di hari kiamat. Sesungguhnya Engkau tidak menyalahi janji. [QS 3:194]
Rabbana wa ‘atina ma wa’adtana ‘ala rusulika wa la tukhzina yawmal-Qiyamah innaka la tukhliful mi’aad
رَبَّنَا وَآتِنَا مَا وَعَدتَّنَا عَلَى رُسُلِكَ وَلاَ تُخْزِنَا يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِنَّكَ لاَ تُخْلِفُ الْمِيعَاد
[آل عمران :194]
18. Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka catatlah kami bersama orang-orang yang menjadi saksi (atas kebenaran Al Quran dan kenabian Muhammad s. a. w.).[QS 5:83]
Rabbana aamana faktubna ma’ ash-shahidiin
رَبَّنَا آمَنَّا فَاكْتُبْنَا مَعَ الشَّاهِدِينَ
[المائدة :83]
19. Ya Tuhan kami turunkanlah kiranya kepada kami suatu hidangan dari langit (yang hari turunnya) akan menjadi hari raya bagi kami yaitu orang-orang yang bersama kami dan yang datang sesudah kami, dan menjadi tanda bagi kekuasaan Engkau; beri rezekilah kami, dan Engkaulah pemberi rezeki Yang Paling Utama. [QS 5:114]
Rabbana anzil ‘alayna ma’idatam minas-Samai tuknu lana ‘idal li-awwa-lina wa aakhirna wa ayatam-minka war-zuqna wa anta Khayrul-Raziqiin
رَبَّنَا أَنزِلْ عَلَيْنَا مَآئِدَةً مِّنَ السَّمَاء تَكُونُ لَنَا عِيداً لِّأَوَّلِنَا وَآخِرِنَا وَآيَةً مِّنكَ وَارْزُقْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ
[المائدة :114]
20. Ya Tuhan kami, kami telah menganiaya diri kami sendiri, dan jika Engkau tidak mengampuni kami dan memberi rahmat kepada kami, niscaya pastilah kami termasuk orang-orang yang merugi. [QS 7:23]
Rabbana zalamna anfusina wa il lam taghfir lana wa tarhamna lana kunan minal-khasiriin
رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنفُسَنَا وَإِن لَّمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ
[الأعراف :23]
21. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu. [QS 7:47]
Rabbana la taj’alna ma’al qawwmi-dhalimiin
رَبَّنَا لاَ تَجْعَلْنَا مَعَ الْقَوْمِ الظَّالِمِينَ
[الأعراف :47]
22. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya. [QS 7:89]
Rabbanaf-tah baynana wa bayna qawmina bil haqqi wa anta Khayrul Fatihiin
رَبَّنَا افْتَحْ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمِنَا بِالْحَقِّ وَأَنتَ خَيْرُ الْفَاتِحِينَ
[الأعراف :89]
23. Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu). [QS 7:126]
Rabbana afrigh ‘alayna sabraw wa tawaffana Muslimiin
رَبَّنَا أَفْرِغْ عَلَيْنَا صَبْرًا وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِينَ
[الأعراف :126]
24. Ya Tuhan kami; janganlah Engkau jadikan kami sasaran fitnah bagi kaum yang’zalim. Dan selamatkanlah kami dengan rahmat Engkau dari (tipu daya) orang-orang yang kafir. [QS 10:85-86]
Rabbana la taj’alna fitnatal lil-qawmidh-Dhalimiin wa najjina bi-Rahmatika minal qawmil kafiriin
رَبَّنَا لاَ تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلْقَوْمِ الظَّالِمِينَ ; وَنَجِّنَا بِرَحْمَتِكَ مِنَ الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ
[ 85-86:يونس]
25. Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau mengetahui apa yang kami sembunyikan dan apa yang kami lahirkan; dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi bagi Allah, baik yang ada di bumi maupun yang ada di langit. [QS 14:38]
Rabbana innaka ta’lamu ma nukhfi wa ma nu’lin wa ma yakhfa ‘alal-lahi min shay’in fil-ardi wa la fis-Sama’
رَبَّنَا إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا نُخْفِي وَمَا نُعْلِنُ وَمَا يَخْفَى عَلَى اللّهِ مِن شَيْءٍ فَي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَّمَاء
[إبرهيم :38]
26. Ya Tuhan kami, perkenankanlah doaku.[QS 14:40]
Rabbana wa taqabbal Du’a
رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاء
[إبرهيم :40]
27. Ya Tuhan kami, beri ampunlah aku dan kedua ibu bapaku dan sekalian orang-orang mukmin pada hari terjadinya hisab (hari kiamat). [QS 14:41]
Rabbana ghfir li wa li wallidayya wa lil Mu’miniina yawma yaqumul hisaab
رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ
[إبرهيم :41]
28. Ya Tuhan kami, berikanlah rahmat kepada kami dari sisi-Mu dan sempurnakanlah bagi kami petunjuk yang lurus dalam urusan kami (ini). [QS 18:10]
Rabbana ‘atina mil-ladunka Rahmataw wa hayyi lana min amrina rashada
رَبَّنَا آتِنَا مِن لَّدُنكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا
[الكهف :10]
29. Ya Tuhan kami, sesungguhnya kami khawatir bahwa ia segera menyiksa kami atau akan bertambah melampaui batas. [QS 20: 45]
Rabbana innana nakhafu any-yafruta ‘alayna aw any-yatgha
رَبَّنَا إِنَّنَا نَخَافُ أَن يَفْرُطَ عَلَيْنَا أَوْ أَن يَطْغَى
[طه :45]
30. Ya Tuhan kami, kami telah beriman, maka ampunilah kami dan berilah kami rahmat dan Engkau adalah Pemberi rahmat Yang Paling Baik. [QS 23: 109]
Rabbana amanna faghfir lana warhamna wa anta khayrur Rahimiin
رَبَّنَا آمَنَّا فَاغْفِرْ لَنَا وَارْحَمْنَا وَأَنتَ خَيْرُ الرَّاحِمِينَ
[المؤمنون :109]
31. Ya Tuhan kami, jauhkan azab jahannam dari kami, sesungguhnya azabnya itu adalah kebinasaan yang kekal. Sesungguhnya jahannam itu seburuk-buruk tempat menetap dan tempat kediaman. [QS 25: 65-66]
Rabbanas-rif ‘anna ‘adhaba jahannama inna ‘adhabaha kana gharama innaha sa’at musta-qarranw wa muqama
رَبَّنَا اصْرِفْ عَنَّا عَذَابَ جَهَنَّمَ إِنَّ عَذَابَهَا كَانَ غَرَامًا إِنَّهَا سَاءتْ مُسْتَقَرًّا وَمُقَامًا
[65-66: الفرقان]
32. Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa. [QS 25:74]
Rabbana Hablana min azwaajina wadhurriy-yatina, qurrata ‘ayioni wa-jalna lil-muttaqiina Imaama
رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا
[الفرقان :74]
33.Tuhan kami benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri. [QS 35: 34]
Rabbana la Ghafurun shakur
رَبَّنَا لَغَفُورٌ شَكُورٌ
[فاطر :34]
34. Ya Tuhan kami, rahmat dan ilmu Engkau meliputi segala sesuatu, maka berilah ampunan kepada orang-orang yang bertaubat dan mengikuti jalan Engkau dan peliharalah mereka dari siksaan neraka yang menyala-nyala. [QS 40:7]
Rabbana wasi’ta kulla sha’ir Rahmatanw wa ‘ilman faghfir lilladhina tabu wattaba’u sabilaka waqihim ‘adhabal-Jahiim
آمَنُوا رَبَّنَا وَسِعْتَ كُلَّ شَيْءٍ رَّحْمَةً وَعِلْمًا فَاغْفِرْ لِلَّذِينَ تَابُوا وَاتَّبَعُوا سَبِيلَكَ وَقِهِمْ عَذَابَ الْجَحِيمِ
[غافر :7]
35. Ya Tuhan kami, dan masukkanlah mereka ke dalam surga ‘Adn yang telah Engkau janjikan kepada mereka dan orang-orang yang saleh di antara bapak-bapak mereka, dan isteri-isteri mereka, dan keturunan mereka semua. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. dan peliharalah mereka dari (balasan) kejahatan. Dan orang-orang yang Engkau pelihara dari (pembalasan) kejahatan pada hari itu maka sesungguhnya telah Engkau anugerahkan rahmat kepadanya dan itulah kemenangan yang besar. [QS 40:8-9]
Rabbana wa adhkhilhum Jannati ‘adninil-lati wa’attahum wa man salaha min aba’ihim wa azwajihim wa dhuriyyatihim innaka antal ‘Azizul-Hakim, waqihimus sayyi’at wa man taqis-sayyi’ati yawma’idhin faqad rahimatahu wa dhalika huwal fawzul-‘Adhiim
رَبَّنَا وَأَدْخِلْهُمْ جَنَّاتِ عَدْنٍ الَّتِي وَعَدتَّهُم وَمَن صَلَحَ مِنْ آبَائِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ وَقِهِمُ السَّيِّئَاتِ وَمَن تَقِ السَّيِّئَاتِ يَوْمَئِذٍ فَقَدْ رَحِمْتَهُ وَذَلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ
[8-9:غافر]
36. Ya Tuhan kami, beri ampunlah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dulu dari kami, dan janganlah Engkau membiarkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman. [QS 59:10]
Rabbana-ghfir lana wa li ‘ikhwani nalladhina sabaquna bil imani wa la taj’al fi qulubina ghillal-lilladhina amanu
رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِّلَّذِينَ آمَنُوا
[الحشر :10]
37.Ya Tuhan kami, Sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi Maha Penyayang. [QS 59:10]
Rabbana innaka Ra’ufur Rahim
رَبَّنَا إِنَّكَ رَؤُوفٌ رَّحِيمٌ
[الحشر :10]’
38. Ya Tuhan kami hanya kepada Engkaulah kami bertawakkal dan hanya kepada Engkaulah kami bertaubat dan hanya kepada Engkaulah kami kembali. [QS 60:4]
Rabbana ‘alayka tawakkalna wa-ilayka anabna wa-ilaykal masir
رَّبَّنَا عَلَيْكَ تَوَكَّلْنَا وَإِلَيْكَ أَنَبْنَا وَإِلَيْكَ الْمَصِيرُ
[الممتحنة :4]
39. Ya Tuhan kami, janganlah Engkau jadikan kami (sasaran) fitnah bagi orang-orang kafir. Dan ampunilah kami ya Tuhan kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. [QS 60:5]
Rabbana la taj’alna fitnatal lilladhina kafaru waghfir lana Rabbana innaka antal ‘Azizul-Hakim
رَبَّنَا لَا تَجْعَلْنَا فِتْنَةً لِّلَّذِينَ كَفَرُوا وَاغْفِرْ لَنَا رَبَّنَا إِنَّكَ أَنتَ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
[الممتحنة :5]
40. Ya Tuhan kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu. [QS 66:8]
Rabbana atmim lana nurana waighfir lana innaka ‘ala kulli shay-in qadir
رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
[التحريم :8]
Silahkan disebarkan, sampaikan walau satu ayat.